Menghilangkan Bekas Jerawat, Begini Caranya

14Jul, 2019

Sebenarnya, cara terbaik untuk mengatasi bekas jerawat adalah menghindari timbulnya jerawat. Namun karena faktor penyebab jerawat yang bervariasi, pada beberapa orang hal ini dapat sulit dilakukan. Memang ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat. Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit sebelum menentukan teknik yang tepat untuk mengatasi bekas jerawat Anda.

Mengatasi bekas jerawat tidak dapat dilakukan secepat menyingkirkan jerawat itu sendiri. Sampai saat ini, belum ada cara yang instan untuk kembali memuluskan permukaan kulit. Penanganannya dilakukan berdasarkan jenis dan derajat bekas jerawat.

Pada intinya, usaha menghilangkan bekas jerawat dilakukan dengan melakukan penghalusan kulit melalui teknik operasi dapat menggunakan pisau bedah atau dengan menggunakan laser atau menggunakan bahan kimia.

Laser

Menurut Dr. Eva Melinda, jenis alat laser ada bermacam-macam, penggunaannya pun juga sangat beragam. Namun biayanya relatif mahal. Beberapa jenis laser yang dikenal antara lain laser CO2 yang baik untuk bekas jerawat yang berat dan dalam. Ia akan mengelupas lapisan luar kulit dan merangsang tumbuhnya kulit baru yang lebih halus. Sebelum dilakukan perawatan, biasanya diberikan anestesi lokal untuk mengurangi rasa sakit. Kulit akan pulih dalam waktu 1 bulan, dan dapat tetap memerah sampai 3 bulan.

Untuk bekas yang ringan, biasanya dapat digunakan Er:YAG laser. Jenis laser ini tidak terlalu sakit dibanding laser CO2. Kulit dapat pulih dalam beberapa minggu. Jenis laser yang lain adalah Fractional laser treatment, yang merupakan laser yang lebih ringan. Meski demikian, perawatan menggunakan laser ini memerlukan beberapa kali kunjungan.

Cara Mekanis

Teknik lain yang termasuk ke dalam cara mekanis antara lain dermabrasi, dermaroller, incisi scar menggunakan jarum khusus (subcisi), dan lain-lain. “Tentunya teknik ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang dokter. Hanya dokter terlatih yang dapat melakukannya” tambahnya.

Pada teknik dermaroller, digunakan roller dengan jarum-jarum kecil untuk merangsang proses pembentukan kolagen secara alami. Dengan cara ini kulit akan terlihat lebih halus dalam 1 bulan. Pemulihan akan berlangsung hanya selama 2-3 hari, namun pembentukan kolagen memerlukan waktu sampai beberapa bulan.

Incisi scar dilakukan dengan teknik punch incision, di mana bekas jerawat dihilangkan dengan dilakukan penjahitan. Jahitan kemudian dilepas setelah 1 minggu. Masa pemulihan dapat mencapai 2 bulan.

Cara lain adalah dengan ‘mengisi’ bekas jerawat dengan lemak atau kolagen, sehingga permukaan kulit rata kembali. Untuk mengatasi keloid, dapat diberikan injeksi steroid atau pembedahan yang dilakukan oleh dokter ahli.

Peeling Menggunakan Bahan Kimia

Merupakan pengelupasan kulit secara kimiawi, yang dikenal sebagai chemical peeling. Bahan kimia yang digunakan ada berbagai jenis. Konsentrasi dan frekuensi peeling ini tentunya bergantung pada tingkat kedalaman bekas jerawat dan pengalaman dokter yang menggunakannya. Beberapa bahan kimia yang digunakan untuk pengelupasan kulit ini antara lain Alpha Hydroxy Acid (AHA), Beta Hydroxy Acid (BHA), Jessner’s Peel (asam salisilat, asam laktat, dan resorsinol), asam retinoat, asam trikloroasetat, dan fenol. Perawatan ini hanya dapat dilakukan oleh dokter terlatih.

Untuk bekas jerawat yang ringan, krim oles yang mengandung vitamin C dan E dapat membantu mengurangi bekas. Ini juga dapat dibantu dengan peeling alami. Namun untuk bekas jerawat yang cukup berat, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kulit sebelum melakukan perawatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *