Electric Muscle Stimulation, Bikin Tubuh Berotot

29Jun, 2019

Kotak-kotak tapi lembek, itu namanya roti sobek. Kalau kotak-kotak yang diinginkan hampir semua pria, tentu perut six pack. Zaman dahulu, perut gendut konon mewakili kemakmuran dan kesuksesan seorang pria. Namun, kini pria mana yang tak ingin punya perut keren? Ingin punya badan bagus tapi tidak punya waktu? Jangan kuatir, disetrum saja dengan Electric Muscle Stimulation (EMS).

Secara normal, otot dalam tubuh kita dapat berkontraksi berkat impuls listrik yang dicetuskan oleh saraf. EMS atau electric muscle stimulation adalah cara baru untuk merangsang aktivitas otot tanpa harus berolahraga, yaitu dengan memberikan arus listrik serupa listrik saraf ke otot-otot yang diinginkan. Pemberian arus ini akan mencetuskan efek kontraksi yang sama seperti saat kita berolahraga, tetapi tanpa efek capek dan pegal. Karena arus listrik yang diberikan sangat kecil, maka alat ini aman digunakan, efektif, dan dapat digunakan jangka panjang.

Bila Anda belum tahu, arus listrik sebenarnya sudah lama dimanfaatkan dalam dunia olahraga, rehabilitasi, dan kedokteran. Untuk olahraga, pemberian arus listrik dipercaya dapat meningkatkan performa atlet. Sedangkan dalam dunia rehabilitasi dan kedokteran, pemberian arus listrik dapat mempercepat pemulihan cedera otot, melemaskan otot yang keram, memulihkan dan mencegah pengecilan otot pada penderita stroke, dan banyak lagi. Kini, EMS juga dimanfaatkan dalam dunia kebugaran untuk membentuk otot, membakar lemak, hingga mengencangkan kulit yang kendur.

Efektivitas Terapi Electric Muscle Stimulation

EMS diklaim lebih efektif untuk membentuk otot dibanding olahraga konvensional. Pasalnya, alat ini akan mengaktifkan lebih dari 90% serat otot dalam setiap kontraksi, termasuk otot bagian dalam yang sulit dicapai dengan latihan beban. Meski menarik, banyak orang yang mengurungkan niatnya menggunakan EMS karena takut akan bahaya setruman listrik. Padahal, terapi ini hanya memperkuat arus listrik yang sudah ada di dalam tubuh dalam batas aman.

Saat ini, ada banyak alat penghasil arus listrik yang diproduksi untuk rehabilitasi, kebugaran, dan kedokteran. Dengan demikian, EMS dapat diberikan secara jangka panjang, termasuk jika Anda tidak sempat berolahraga. Meski demikian, hanya alat yang sudah terstandar dan terbukti keamanannya yang boleh digunakan dalam terapi EMS. Untuk mendapatkan hasil optimal, pemberian EMS perlu dilakukan secara teratur, sama seperti hasil yang Anda dapatkan melalui latihan. Dan jika Anda tidak berolahraga, lambat laun otot juga akan kembali kendur seperti semula.

Sesi Electric Muscle Stimulation

Setiap sesi EMS biasanya memerlukan waktu kurang lebih 20 menit, dengan frekuensi seminggu sekali. Hasilnya dapat mulai terasa sejak minggu pertama dan terlihat dalam beberapa minggu. Tidak hanya otot membesar, aliran darah juga akan lebih lancar, dan kulit menjadi lebih kencang. Anda pun dapat mengucapkan selamat tinggal pada selulit. Dengan massa otot yang semakin besar, pembakaran lemak juga diharapkan akan semakin cepat. Ini berarti, Anda mendapat manfaat sampingan, yaitu penurunan berat badan. Manfaat lain, tubuh akan terasa lebih segar, tidak mudah capek, dan performa fisik meningkat. Semua ini tentu perlu ditunjang dengan diet yang sehat.

Anda tentu tahu bermain dengan listrik itu berbahaya. Efek samping apa yang mungkin saja ditimbulkan EMS? Salah satu efek yang dapat terjadi adalah timbulnya rasa nyeri pada otot. Selain itu, alat ini juga perlu digunakan dengan hati-hati pada Anda yang menggunakan alat pacu jantung dan defibrilator. Meski arus listrik yang digunakan tidak memengaruhi arus listrik pada jantung, luka bakar dan cedera otot pernah terjadi pada sejumlah pengguna alat pacu jantung yang menjalani terapi EMS. Karena itu, sebelum memutuskan untuk melakukan terapi EMS, Anda perlu memastikan bahwa alat yang digunakan sudah memenuhi standar dan sudah disetujui untuk digunakan untuk terapi EMS. Satu yang perlu Anda ingat, terapi dengan EMS tentu tidak dapat memberikan efek kesehatan yang sama seperti jika Anda berolahraga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *