Bekas Jerawat di Muka Ini Penyebabnya

bekas jerawat
14Jul, 2019

Sudah tua tapi sisa-sisa keremajaan masih terlihat? Anda tentu senang. Tapi bagaimana kalau sisa-sisa itu adalah bekas jerawat di masa puber? Bukan rasa senang, justru rasa kesal, malu, atau frustasi yang datang karena bekas tersebut tidak kunjung menghilang. Apalagi jika kemudian bopeng-bopeng jerawat itu menjadi “trademark” anda. Haduhhh.. Jangan sampai deh.

Pada orang tertentu, jerawat memang mudah sekali timbul. Tidak hanya saat meradang, jerawat juga mengundang masalah pada saat sudah menghilang, meninggalkan tampilan yang tidak diharapkan. Jejak-jejak di wajah ini sedikit banyak akan mengganggu penampilan dan rasa percaya diri, sehingga penyandangnya banyak yang nekat menggunakan kosmetik tertentu untuk menghilangkannya. Apakah sebenarnya bekas acne dapat dihilangkan? Dan bagaimana cara yang tepat dan aman untuk melakukannya?

Jenis-jenis Bekas Jerawat

Bekas jerawat dapat hanya berupa bercak pada wajah ataupun berupa perubahan kontur kulit. Dikatakan oleh Dr. Eva Melinda, masing-masing jenis dan derajat bekas acne memerlukan penanganan yang berbeda pula. Berikut jenis-jenis bekas jerawat yang kita kenal:

  1. Atrophic acne scar, merupakan bekas jerawat yang plaing sering dijumpai. Ia dapat dicegah dengan perawatan jerawat sejak dini. Jenis ini memiliki 3 subtipe, yaitu tipe icepick (berbentuk V), rolling (bulat), dan boxcar (kotak).
  2. Hypertrophic acne scar, merupakan jenis bekas jerawat yang menonjol. Biasanya ia berukuran sama dengan jerawat yang mendahuluinya, dan dapat mengecil seiring dengan waktu.
  3. Keloidal acne scar, merupakan bekas acne yang tumbuh lebih besar dibanding yang mendahuluinya. Jenis ini dapat menimbulkan rasa gatal dan kemerahan.

Sedangkan derajat bekas acne dapat diabgi menjadi 4, yaitu:

  1. Derajat 1: Makular, berupa perubahan warna kulit
  2. Derajat 2: Ringan, masih dapat ditutupi menggunakan kosmetik
  3. Derajat 3: Sedang, sulit ditutupi menggunakan kosmetik. Dapat hilang saat kulit diregangkan.
  4. Derajat 4: Berat, tidak dapat ditutupi ataupun hilang jika kulit diregangkan.

Terjadi akibat penanganan jerawat yang salah

Bekas jerawat terjadi akibat peradangan di dalam lapisan kulit. Menurut Dr. Eva, umumnya bekas berupa bercak berwarna lebih gelap dari kulit di sekitarnya. Hal ini masih normal dan dapat menghilang dalam beberapa bulan. Namun jika peradangan terjadi pada kulit yang lebih dalam, misalnya karena dipencet atau terinfeksi, maka dapat terbentuk indentasi pada kulit atau dikenal sebagai bopeng, karena penumpukan kolagen yang berusaha menutupi lubang bekas jerawat. Pada kasus yang besar atau dikenal dengan acne cyst, dapat terjadi meski tidak dikutak kutik oleh penderitanya.

Sebenarnya, cara terbaik untuk mengatasinya adalah menghindari timbulnya jerawat. Namun karena faktor penyebab jerawat yang bervariasi, pada beberapa orang hal ini dapat sulit dilakukan. Memang ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bekas jerawat. Untuk mendapatkan hasil terbaik, sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit sebelum menentukan teknik yang tepat untuk mengatasi bekas acne Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *